Kamis, 03 Maret 2011

ihsan

Sesungguhnya ketika kita mengawali setiap perbuatan dengan syahadah dimana terdapat makna menghambakan diri dan mengillahkan Allah, lalu kita berbuat itu, itulah upaya minimal.

Lebih baik lagi apabila mengikhsankan diri dahulu, lalu bersyahadah sehingga apabila kita lupa akan syahadah kita, sesungguhnya jiwa kita tdk akan lupa bahwa kita TETAP bersyahadah karena kita selalu tetap merasa diawasi Allah. Rasakanlah bahwa Allah itu bersama, dekat, dan mengawasi setiap perbuatan kita.

Hal tersebut juga akan terbangunkan apabila ada keinginan keinginan yg mungkar, yg tdk sholeh, malas, dll. Ciptakanlah suasana tersebut, semoga Allah menunjukan jalanNya, bagi hamba hamba yang ingin bertaubat. Amiiiin



Sent from my iPad

Rabu, 23 Februari 2011

tarikan nafas

Seringkali kesadaran akan keilahan atas Allah dan muhammad adalah utusan Allah itu kehilangan makna atau kehilangan mood atau 'lupa sentuhan' atau bahkan terlupa dalam sikap atupun kesadaran kita.

Maka untuk melekatkannya mulailah untuk setiap perbuatan misalnya lg nonton tv, mengetik tulisan ini, lagi sakit kepala atau lagi ngantuk, sedang grogi, atau bahkan hanya untuk bernafas sekalipun untuk selalu berserah diri, menghambakan diri dan mengillahkan Allah, serta menyadari sepenuhnya bahwa Muhammad adalah manusia terbaik dalam memberi contoh dalam merespon suasana hati ataupun kondisi ataupun perbuatan yang sedang dijalani. Maka setelah itu bersholwatlah sebagi ungkapan syukur kita kepada Allah, doa kita baginya, serta harapan dan cita cita kita.

Di atas semua perasaan tadi untuk melekatkan secara kuat dalam sanubari kita setelah kita menghambakan diri dan mengillahkan Allah, serta meyakiniki Muhammad itu utusan Allah, maka rasakanlah bawa Alllah itu keberadaannya sangat dekat, kita itu bicara dengan Allah, kita bermohon ampun keoada Allah,..... Ampuuuuuuuuuni ya Allah atas ketidakpantasan hamba, rasakanlah kita ini bermohon pada dzat yang sangat dekat.

Ya Allah ampuni hamba atas kelancangan ini, semoga hamba digolongkan sebagai orang orang yang berusaha mendekatkan diri dan berserah diri kepadaMu ya Allah.
Amiiin

Minggu, 20 Februari 2011

Syahadat

Sesungguhnya didalam dua kalimat syahadah terdapat makna penyerahan diri kepada illahnya, makna penghambaan diri terhadap illahnya, layaknya seorang hamba bersikap, lalu hati mengarah pada kalimah pengakuan muhammad adalah utusan Allah adalah termaktub segala cita cita, harapan, doa, ataupun hal hal lain (yang tdk hanya berupa identitas atas Allah yang mana yang kita sembah), melainkan termaktub tekad, niat, keinginan kuat menjadi manusia yang menghambakan diri kepada illahnya sebagaimana Muhammad menghambakan diri kepada Allah.

Oleh karena itu ketika kita ditimpa suatu keadaan atau kita menjadi atau meniatkan suatu pekerjaan maka, mulailah dengan mengillahkan Allah dan menghambakan diri, serta bertekad untuk merespon sikap terbaik sebagaimana sikap Muhammad dalam menghambakan diri atau dalam mengillahkan Allah dalam sikap, niat, atau tindakan tersebut.

Atas kondisi tersebut dimana kita sdh diberi tauladan dan rahmat (kasih sayang) maka kita berterima kasih kepada muhammad dengan mendoakannya dgn selalu bersholawat kepada utusan Allah tersebut karena telah menjadi rahmatan lil alamin.

Sehingga kalimah syahadah bukan saja hanya respon atas suatu kejadian yang menimpa misalnya rasa sakit, marah, grogi, tdk PD, tetapi kalimah syahadah adalah suatu landasan atau latar belakang setiap perbuatan yang kita lakukan dalam menghambakan diri dan mengillahkan Tuhan, sebagaimana utusan nya telah contohkan, yaitu Muhammad alaihissalaaaaaam.

Waulahu a'lam, semoga Allah menunjukan dan memberi hikmah serta petunjuknya kepada hambanya yang berusaha mendekatkan diri padanya.

Amiiin.



Sent from my iPad