Ternyata di saat prak nya, deg deg an itu muncul yg paling penting obatnya adalah: tersenyum lalu sadar bahwa inilah ketegangan/permainan di dunia yg menipu sbgm tersebut dlm AlQuran. Sadarilah dalam rangka keimanan pd waktu di hari kemudian yg lebih abadi, niatkanlah dalam kerangka iman dan amal sholeh.
"20. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah- megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu" -Al Hadid
Semoga Allah memberikan keberkahan dan jalan sbgmn yg telah diberi nikmat. Aamiin
Sent from BlackBerry® on 3
Rabu, 19 Oktober 2011
Selasa, 18 Oktober 2011
PD
Ujian musibah ataupun kelainan diri
Seringkali kesulitan yg menimpa kita adalah hal yg sangat merisaukan. Apakah itu masalah tidak percaya diri, ujian atas kesulitan atau apapun, shg kita tdk tenang, sulit tidur, sering tiba tiba 'rumahuh' atau terlontar kata kata aduh, huh!, bahkan debaran dada yg menyakitkan, dll yg menggambarkan penolakan diri atas kondisi tersebut.
Padahal jika dilihat dari kacamata Allah itu bukanlah hal menurunkan derajat kita sebagai manusia hamba Allah. Ketaqwaanlah yg akan menentukan di hadapan Allah.
Sehubungan hal tsb maka kesulitan di atas hendaknya di respon dalam 3+ respon (seperti tulisan sebelumnya) dan bukan di respon dgn kesedihan.
3+ tersebut adalah jalani nafas dan langkah kita dgn keimanan pd hari akhir dan penyerahan diri, lalu refleksikan dgn amal sholeh dan ketaqwaan, lalu jika msh berat jalani dgn keimanan pada qodo dan qodar Allah. Akhiri dgn rasa syukur dan istighfar. Hadapilah hidup dengan senyum, krn hidup adalah kesenangan yg menipu belaka. Terimalah diri apa adanya, sbg refleksi iman atas qodo dan qodar Allah.
Yakinilah kebenaran ayat Allah yaitu tiada kesedihan bagi orang orang yg beriman dan beramal sholeh. Jadikanlah ujian atau kesulitan tsb upaya utk menuju Allah. Kesulitan tsb adalah sbg penggugur dosa dalam makna semakin diuji maka semakin dekat dan semakin pasrah kpd Allah. SEMAKIN MENYAKITKAN maka Semakin banyak dosa kita yg digugurkan, dan semakin dekat kita kepada Allah jika kita berserah diri dan ber iman pada qodo dan qodar Allah.
Semakin kuat rasa 'resah' atau 'sakit' itu menyerang maka semakin kuat pula "mohon ampun" istighfar kpd Allah, yg dibingkai keimanan pada hari kemudian dan kepasrahan diri pd qodo dan qodar Allah.
Ketika "itu datang" maka rasakanlah nikmatilah ketegangan dunia yg menipu tersebut pada kacamata keimanan pd hari kemudian. Lalu istighfar dan sholawat.
Semoga Allah selalu memberikan petunjuknya utk menjalani hidup sesuai jalan org org yg telah diberi nikmat. Aamiin.
Seringkali kesulitan yg menimpa kita adalah hal yg sangat merisaukan. Apakah itu masalah tidak percaya diri, ujian atas kesulitan atau apapun, shg kita tdk tenang, sulit tidur, sering tiba tiba 'rumahuh' atau terlontar kata kata aduh, huh!, bahkan debaran dada yg menyakitkan, dll yg menggambarkan penolakan diri atas kondisi tersebut.
Padahal jika dilihat dari kacamata Allah itu bukanlah hal menurunkan derajat kita sebagai manusia hamba Allah. Ketaqwaanlah yg akan menentukan di hadapan Allah.
Sehubungan hal tsb maka kesulitan di atas hendaknya di respon dalam 3+ respon (seperti tulisan sebelumnya) dan bukan di respon dgn kesedihan.
3+ tersebut adalah jalani nafas dan langkah kita dgn keimanan pd hari akhir dan penyerahan diri, lalu refleksikan dgn amal sholeh dan ketaqwaan, lalu jika msh berat jalani dgn keimanan pada qodo dan qodar Allah. Akhiri dgn rasa syukur dan istighfar. Hadapilah hidup dengan senyum, krn hidup adalah kesenangan yg menipu belaka. Terimalah diri apa adanya, sbg refleksi iman atas qodo dan qodar Allah.
Yakinilah kebenaran ayat Allah yaitu tiada kesedihan bagi orang orang yg beriman dan beramal sholeh. Jadikanlah ujian atau kesulitan tsb upaya utk menuju Allah. Kesulitan tsb adalah sbg penggugur dosa dalam makna semakin diuji maka semakin dekat dan semakin pasrah kpd Allah. SEMAKIN MENYAKITKAN maka Semakin banyak dosa kita yg digugurkan, dan semakin dekat kita kepada Allah jika kita berserah diri dan ber iman pada qodo dan qodar Allah.
Semakin kuat rasa 'resah' atau 'sakit' itu menyerang maka semakin kuat pula "mohon ampun" istighfar kpd Allah, yg dibingkai keimanan pada hari kemudian dan kepasrahan diri pd qodo dan qodar Allah.
Ketika "itu datang" maka rasakanlah nikmatilah ketegangan dunia yg menipu tersebut pada kacamata keimanan pd hari kemudian. Lalu istighfar dan sholawat.
Semoga Allah selalu memberikan petunjuknya utk menjalani hidup sesuai jalan org org yg telah diberi nikmat. Aamiin.
Rabu, 12 Oktober 2011
Tiga +
Hidup adalah waktu /kesempatan manusia utk berserah diri diatas kesadaran akan ketidakpunyaan suatu apapun krn begitulah selayaknya manusia bersikap.
Berserah diri didasari akan keimanan atau keyakinan pada hari kemudian, waktu kesempatan hidup saat ini selalu dibingkai dengan keyakinan dan rasa atas kehidupan hari kemudian.
Selanjutnya dgn dasar rasa tsb, terefleksikanlah suatu amal sholeh dalam bingkai ketaqwaan kepada Allah.
Selanjutnya dgn rasa itu pula menghadapi segala kekuatiran. Jika itu bisa dikendalikan dalam bingkai 'kesadaran hari kemudian' dan 'keberserahan diri' maka laksanakanlah sbg amal sholeh, namun jika hal tsb sulit dan berat dilaksanakan, krn muncul scr reflek maka terima lah itu dalam bentuk 'kesabaran', sbg bentuk amal sholeh pula, dan sebagai bentuk keimanan atas qodho dan qodhar Allah. Yakinlah Allah menjamin tiada kesedihan bagi orang orang yg beriman dan beramal sholeh :D tersenyumlah selalu... Dalam menghadapi dunia ini.
Upayakanlah diakhiri tdk dengan riya dan takabur krn merasa sdh dekat dgn Allah. Selalu isi perasaan dgn rasa ketakutan kpd Allah (lafadzkan dgn istighfar) walaupun disisi lain, meyakini bahwa ke Maha-Rahman dan Rahim -an Allah jauh lebih besar, sbgmn dalam 7 ayat yang selalu diulang ulang (al hijr)
Semoga 3 bingkai sikap tersebut dapat mengisi waktu hidup kita. Aamiin.
Berserah diri didasari akan keimanan atau keyakinan pada hari kemudian, waktu kesempatan hidup saat ini selalu dibingkai dengan keyakinan dan rasa atas kehidupan hari kemudian.
Selanjutnya dgn dasar rasa tsb, terefleksikanlah suatu amal sholeh dalam bingkai ketaqwaan kepada Allah.
Selanjutnya dgn rasa itu pula menghadapi segala kekuatiran. Jika itu bisa dikendalikan dalam bingkai 'kesadaran hari kemudian' dan 'keberserahan diri' maka laksanakanlah sbg amal sholeh, namun jika hal tsb sulit dan berat dilaksanakan, krn muncul scr reflek maka terima lah itu dalam bentuk 'kesabaran', sbg bentuk amal sholeh pula, dan sebagai bentuk keimanan atas qodho dan qodhar Allah. Yakinlah Allah menjamin tiada kesedihan bagi orang orang yg beriman dan beramal sholeh :D tersenyumlah selalu... Dalam menghadapi dunia ini.
Upayakanlah diakhiri tdk dengan riya dan takabur krn merasa sdh dekat dgn Allah. Selalu isi perasaan dgn rasa ketakutan kpd Allah (lafadzkan dgn istighfar) walaupun disisi lain, meyakini bahwa ke Maha-Rahman dan Rahim -an Allah jauh lebih besar, sbgmn dalam 7 ayat yang selalu diulang ulang (al hijr)
Semoga 3 bingkai sikap tersebut dapat mengisi waktu hidup kita. Aamiin.
Langganan:
Postingan (Atom)